Friday, 6 January 2017

Motor trail 2-tak pernah mengalami era kejayaan di Indonesia pada tahun 80 hingga 90-an.Namun seiring berjalannya waktu, motor 2 tak mulai ditinggalkan konsumen setelah terkena gempuran motor 4- tak yang diklaim lebih irit dan ramah lingkungan. Suzuki Ts 125 yang dulu menjadi pilihan favorit para pengendara motor trail lokal favorit, kini semakin tergeser oleh kehadiran kawasaki KLX 150. KTM 200 EXCyang merajai beragam lintasan di tahun 90-an hingga 2000 kini juga semakin terpinggirkan oleh generasi trail enduro 4 tak semacam KTM 250 EXCF, KTM 350 EXCF, Husqvarna TE 250, Yamaha WRF atau Honda CRF.

Kendati motor trail 2-tak masih belum punah dan bahkan ada beberapa yang masih berjaya di kejuaraan dunia, popularitasnya di Indonesia semakin menurun. Banyak para pecinta motor trail yang lebih memilih menggunakan motor trail 4-tak ketimbang 2-tak. Ada empat alasan yang mereka ungkapkan mengapa lebih memilih motor trail 4-tak.

Pertama, motor 2-tak dianggap “ribet” karena harus mencampur oli dengan bensin sehingga motor jadi berasap. Kedua, orang Indonesia itu suka suara knalpot  yang keras menggelegar, nah itu bisa muncul di motor 4-tak. Ketiga, sempat muncul isu bahwa motor 2-tak akan dilarang di Indonesia, padahal itu isu yang salah dan menyesatkan. Alasan terakhir, naik motor 2-tak itu membutuhkan pengendara yang lebih “aktif” untuk mengendalikan motor, beda dengan motor enduro 4 tak yang cenderung cocok untuk pengendara “pasif”.

Bicara soal performa motor 2-tak vs 4-tak jelas tidak akan ada habisnya, karena keduanya sama-sama kompetititf, dan semua juga tergantung pada kemampuan pengendaranya.  Tapi bagaiamana soal biaya perawatannya, mana yang lebih murah antara 2- tak dan 4- tak? Majalah Australasian Dirt Bike (ADB) pernah mengulas mengenai hal ini.  Dalam artikel majalah tersebu tersebut dilakukan perbandingan dua motor yaitu KTM 300 EXC (2T) dan KTM 450 EXC-F (4T) yang sama-sama popular di Australia, USA dan Eropa. Harga barunya di USA itu untuk KTM 300 adalah $ 8,299 dan untuk KTM 450 itu dijual seharga $ 9,499, ini artinya ada selisih harga $1,200 atau sekitar Rp 10 jutaan.

Kemudian mereka melakukan penghitungan biaya perawatan dan pergantian spare parts dua motor itu, mulai pergantian piston,  gasket, perbaikan knalpot, bearing, stel klep, rantai, oli dan sebagainya. Kemudian dijumlah total biaya yang harus dikeluarkan, yaitu sebesar $3.594 untuk KTM 300 dan $ 5.428 untuk KTM 450. Jadi faktanya menunjukan lebih murah KTM 300 karena ada selisih sebesar $1.834. Kalau ditambahkan dengan selisih harga beli motornya, maka selisihnya jadi $ 3.034. Fantastis bukan?

Perawatan dan perbaikan motor 2-tak juga lebih mudah dibandingkan motor 4-tak. Apalagi untuk motor 4-tak generasi terbaru yang semuanya mengusung sistem injeksi, tentunya tidak semua bengkel kelas kampung bisa memperbaikinya. Yang bisa tentu hanya bengkel-bengkel khusus yang harganya agak lumayan merogoh kantong Anda.

Masing-masing motor trali 2-tak dan 4-tak, tentu memiliki keunggulannya dan kekuranganya masing-masing. Jadi mana yang Anda pilih ? 2-tak atau 4-tak?

Image credit : motosport.com

Write us

Find us at the office

Blotner- Kwas street no. 55, 39246 Canberra, Australia

Give us a ring

Dymon Rothfuss
+78 715 483 676
Mon - Fri, 10:00-22:00

Write us